BLANTERORBITv102

    Review Buku Creative Islamic Parenting: Panduan Pola Asuh Islami

    2024-10-09

     buku parenting islami

    Bekal Parenting Islami yang Praktis dan Membumi


    Ruang Resensi — Anak adalah amanah sekaligus aset paling berharga bagi orang tua. Ia bukan sekadar penyejuk mata, tetapi juga ladang amal jariyah yang kelak terus mengalir. Namun, anak yang saleh dan berkarakter tidak lahir dengan sendirinya. Ia tumbuh melalui proses panjang, kesabaran, dan pola asuh yang terarah.

    Di titik inilah buku Creative Islamic Parenting hadir sebagai salah satu rujukan bagi orang tua yang ingin membekali anak dengan nilai iman, adab, dan tanggung jawab, tanpa kehilangan sisi kemanusiaan dan dialog dalam keluarga.

    Pola asuh anak pada dasarnya tidak berdiri sendiri, melainkan lahir dari visi keluarga yang dibangun sejak awal—sebuah gagasan yang juga dibahas dalam resensi buku Keluarga Bervisi Surga.


    Ringkasan Buku Creative Islamic Parenting

    Buku Creative Islamic Parenting memuat 27 poin pembahasan, dimulai dari Menanamkan Nilai Iman hingga topik sensitif namun penting seperti Pendidikan Seks pada Anak. Seluruh poin disampaikan secara ringkas, lugas, dan mudah dipahami, sehingga pembaca tidak merasa digurui.

    Salah satu pembahasan menarik terdapat pada poin “Seorang Anak Harus Dididik dengan Kebebasan dan Kemuliaan, Bukan Perbudakan.”
    Kebebasan yang dimaksud bukan membiarkan anak tanpa batas, melainkan memberi ruang memilih dan bersuara, dengan tetap berada dalam koridor syariat.

    Anak diberi kesempatan untuk:

    • menyampaikan pendapat dalam dialog keluarga,

    • belajar mengambil keputusan,

    • menentukan minat, keahlian, dan arah hidupnya.

    Sebaliknya, anak yang tumbuh dalam tekanan, paksaan, dan tanpa ruang memilih, berpotensi berkembang menjadi pribadi minder, pasif, dan bergantung. Bahkan, tidak jarang muncul fenomena orang dewasa yang belum mandiri secara emosional—misalnya masih melibatkan orang tua dalam konflik rumah tangganya sendiri.

    Poin penting lain adalah pembahasan tentang rasa malu. Buku ini menegaskan bahwa malu adalah sifat mulia, tetapi harus dikelola dengan tepat. Malu yang benar akan melahirkan adab; malu yang keliru justru bisa menjelma ketakutan, ketidakberdayaan, dan ketidakmampuan menyampaikan kebenaran.

    Demikian pula pada poin “Tidak Ada Tempat bagi Pemalas.” Orang tua didorong untuk melatih tanggung jawab sejak dini, tidak membiasakan anak selalu dilayani, agar ia tumbuh mandiri dan memahami peran dalam kehidupan.


    Kelebihan dan Kelemahan Buku

    Kelebihan:

    • Materi diperkuat dengan hadits-hadits Nabi ﷺ.

    • Desain dan layout buku menarik serta nyaman dibaca.

    • Tersedia mapping book yang memudahkan pembaca menangkap inti pembahasan.

    Kelemahan:
    Buku ini mencantumkan klaim “Sukses Mendidik Anak dari Bayi hingga Menjelang Baligh” pada sampul. Namun dalam praktiknya, pembahasan lebih relevan untuk anak usia sekitar 6 tahun ke atas, dan tidak disusun secara runut dari fase bayi hingga baligh. Hal ini berpotensi menimbulkan ekspektasi berlebih bagi pembaca.


    Kesimpulan

    Creative Islamic Parenting menyajikan panduan umum pola asuh anak berbasis nilai-nilai Islam, disampaikan secara ringkas, praktis, dan membumi. Buku ini cocok bagi orang tua yang masih gamang menentukan arah pendidikan anak, serta ingin memulai dari prinsip-prinsip dasar yang bersumber dari tuntunan Nabi ﷺ.


    Identitas Buku

    Judul: Creative Islamic Parenting
    Penulis: Syekh Dr. Nayif Al-Qurasy
    Penerbit: Zaduna
    Tahun Terbit: Cetakan V, 2022
    Tebal: 180+ halaman
    ISBN: 978-623-96471-4-8


    Demikian review buku Creative Islamic Parenting. Semoga bermanfaat.



    Author

    Moera Ruqiya

    Panggil aku, Moera.