BLANTERORBITv102

    Resensi Novel Resign – Almira Bastari

    2022-09-28
    review novel resign almira bastari

    Kerja Bagai Kuda, Mau Resign Tak Bisa

    Ruang ResensiResign hadir sebagai satire segar tentang dunia kerja modern, khususnya kehidupan pegawai kantoran yang terjebak di antara tuntutan profesional, ambisi atasan, dan kelelahan yang tak pernah benar-benar selesai. Novel ini menyentil generasi muda—mereka yang kerap ingin pergi, tetapi belum sepenuhnya berani melangkah.

    Melalui kelompok bernama The Cungprets, Almira Bastari menarasikan kehidupan konsultan dengan nada jenaka namun getir: revisi tanpa akhir, lembur yang tak manusiawi, serta hubungan kuasa yang membuat kata “resign” terdengar mudah diucapkan, tetapi sulit dilakukan.

    Artikel ini merupakan review sekaligus resensi pribadi atas novel Resign, sebuah cerita yang terasa dekat dengan realitas banyak pekerja urban. Melalui sudut pandang yang ringan dan satir, Almira Bastari tidak hanya bercerita tentang dunia kerja, tetapi juga tentang kegamangan, lelah mental, dan pertanyaan sunyi yang sering muncul di balik rutinitas kantor.

    Dunia Kerja yang Membuat Ingin Pergi, Tapi Tak Bisa

    Alranita adalah pegawai yang nyaris mencapai batas kesabarannya. Di bawah kendali Tigran—atasan perfeksionis yang gemar mengoreksi hal-hal remeh—hari-harinya diisi revisi, rapat mendadak, dan tekanan tanpa jeda. Keinginan untuk pindah kerja selalu kandas oleh satu hal: waktu yang tidak pernah berpihak.

    Selain Alranita, ada Mbak Karen, Mas Andre, dan Carlo—rekan seperjuangan yang sama-sama ingin keluar dari kantor yang terasa seperti labirin tanpa pintu darurat. Dari sinilah The Cungprets lahir, lengkap dengan taruhan sederhana: siapa yang terakhir resign harus mentraktir yang lain.

    Hari-hari berlalu dengan satu pola yang sama: menyebar CV diam-diam, menghadiri wawancara secara sembunyi-sembunyi, dan kembali terseret ke meja kerja oleh situasi yang tak terduga. Setiap upaya untuk pergi selalu dipatahkan oleh proyek baru, janji promosi, atau manuver atasan yang seolah tahu semua rencana.


    Satire Kantor yang Terasa Nyata

    Kekuatan Resign terletak pada kedekatannya dengan realitas. Latar belakang Almira Bastari di dunia keuangan membuat detail pekerjaan, istilah, dan ritme kantor terasa hidup. Dialog para tokohnya mengalir seperti obrolan di pantry—ringan, sinis, dan sering kali mengundang tawa pahit.

    Humor dalam novel ini bukan sekadar tempelan. Ia bekerja sebagai katarsis, memperlihatkan betapa dunia kerja modern sering kali menormalisasi kelelahan. Lembur dianggap wajar, tekanan dianggap pembentuk karakter, dan bertahan dipuji sebagai bukti loyalitas.


    Catatan Kritis

    Meski tema resign menjadi poros cerita, konflik yang dibangun cenderung bergerak di wilayah aman. Upaya perlawanan tokoh-tokohnya lebih banyak berupa siasat kecil dan keluhan batin, bukan konfrontasi terbuka. Akibatnya, gagasan tentang “resign” terasa kurang tajam sebagai keputusan eksistensial.

    Porsi cerita juga lebih banyak bertumpu pada Alranita, sementara anggota The Cungprets lainnya hadir sekilas. Padahal, dinamika kolektif mereka berpotensi memperkaya sudut pandang tentang kelelahan kerja dari berbagai posisi dan latar.

    Namun, justru di situlah Resign terasa jujur. Tidak semua orang bisa memberontak. Sebagian besar hanya bertahan—menunda, menimbang, dan menunggu waktu yang dianggap tepat.

    Refleksi tentang pilihan hidup dan keberanian mengambil keputusan dalam novel ini dapat disejajarkan dengan Ayah karya Andrea Hirata, yang sama-sama menempatkan keputusan personal sebagai inti cerita, meski hadir dalam konteks yang berbeda.


    Kesimpulan Novel Resign

    Resign adalah cermin bagi banyak pekerja urban: tentang keinginan pergi yang terus ditunda oleh kebutuhan, ketakutan, dan kompromi. Dengan balutan humor dan satire, Almira Bastari mengajak pembaca menertawakan kelelahan mereka sendiri—sekaligus bertanya, sampai kapan?

    Novel ini direkomendasikan bagi pembaca dewasa muda yang akrab dengan dunia kerja metropolitan dan ingin membaca kisah ringan yang dekat dengan keseharian, tanpa kehilangan nada reflektif.

    Dalam review buku ini, Resign tampil bukan sekadar novel hiburan, melainkan cermin bagi mereka yang pernah—atau sedang—merasa terjebak dalam pekerjaan yang tidak lagi memberi makna. Resensi ini tentu tidak menutup semua tafsir, tetapi semoga cukup menjadi teman berpikir bagi pembaca yang sedang mencari jeda, atau keberanian untuk jujur pada diri sendiri.


    Identitas Buku

    Judul: Resign
    Penulis: Almira Bastari
    Editor: Claudia Von Nasution
    Penerbit: PT Gramedia Pustaka Utama
    Tahun Terbit: 2018
    Tebal: 288 halaman
    ISBN: 978-602-03-8071-1
    eISBN: 978-602-03-8072-8






    Author

    Moera Ruqiya

    Panggil aku, Moera.