BLANTERORBITv102

    Pengertian Resensi: Tujuan, Jenis, Unsur, Contoh, dan Cara Menulisnya

    Kamis, 27 Januari 2022
    pengertian resensi, tujuan, jenis, unsur, dan contohnya

    Ruang Resensi | Beberapa orang mungkin belum akrab dengan istilah resensi. Ada pula yang pernah mendengarnya, tetapi belum memahami maknanya secara utuh. Hal ini wajar, sebab resensi bukan kosakata yang lazim digunakan dalam percakapan sehari-hari, kecuali di kalangan penulis, akademisi, dan pegiat literasi.

    Berangkat dari kenyataan tersebut, artikel ini akan mengulas secara komprehensif tentang pengertian resensi, tujuan meresensi buku, jenis-jenis resensi, unsur-unsur resensi, hingga contoh resensi buku, agar pembaca memperoleh pemahaman yang menyeluruh dan aplikatif.

    Artikel ini disusun sebagai panduan dasar sekaligus rujukan praktis bagi pelajar, mahasiswa, dan pembaca umum yang ingin memahami serta mempraktikkan penulisan resensi secara tepat.

    Pengertian Resensi

    Secara etimologis, kata resensi berasal dari bahasa Latin revidere (re: kembali, videre: melihat) dan recensere yang bermakna meninjau kembali, menimbang, atau menilai. Dalam bahasa Belanda, istilah resensi dikenal sebagai recensie (resentie) yang berarti kupasan atau pembahasan. Adapun dalam bahasa Inggris, resensi memiliki padanan kata review yang berarti tinjauan.

    Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), resensi adalah pertimbangan atau pembicaraan mengenai buku; ulasan buku. Definisi ini sejalan dengan pendapat J.S. Badudu (2007) yang dikutip oleh N. Mursidi dalam Tips Sukses Meresensi Buku di Koran, bahwa resensi merupakan pembicaraan atau kupasan mengenai sebuah buku, khususnya buku yang baru terbit.

    Sementara itu, dalam buku Mari Meresensi Buku, Marwoto mengemukakan beberapa definisi resensi menurut para ahli, antara lain:

    • Echols mendefinisikan resensi sebagai kegiatan menimbang, memeriksa, dan memikirkan isi buku hingga menghasilkan kesimpulan berupa pendapat terhadap aspek-aspek yang terkandung di dalamnya.
    • Hornby menyatakan bahwa resensi adalah laporan tertulis mengenai isi buku yang dimuat dalam terbitan berkala, disertai penilaian terhadap keseluruhan unsur buku tersebut.
    • P.K. Poerwantana mendefinisikan resensi sebagai upaya mengangkat karya orang lain untuk ditempatkan secara proporsional melalui perhatian, pencatatan, dan komentar yang objektif.

    Berdasarkan berbagai pendapat tersebut, dapat disimpulkan bahwa resensi buku adalah tulisan yang berisi penilaian kritis terhadap sebuah buku dengan memaparkan isi, kelebihan, dan kekurangannya secara objektif dan sistematis.


    Tujuan Meresensi Buku

    Menulis resensi bukan sekadar meringkas isi buku. Terdapat beberapa tujuan penting dalam kegiatan meresensi, di antaranya:
    • Menginformasikan kepada khalayak tentang terbitnya sebuah buku, khususnya buku baru atau buku yang relevan dengan isu tertentu

    • Memberikan gambaran isi buku secara ringkas kepada pembaca yang belum sempat membaca keseluruhan buku

    • Menyampaikan penilaian objektif terhadap kualitas buku, baik dari segi isi, bahasa, maupun penyajiannya

    • Menilai kesesuaian latar belakang pengarang dengan tema buku yang dibahas

    • Mengungkap kelebihan dan kekurangan buku sebagai bahan pertimbangan bagi calon pembaca

    • Memberikan apresiasi dan kritik secara proporsional sebagai bentuk tanggung jawab intelektual terhadap karya tulis

    Dalam praktik profesional, resensi buku kerap ditulis untuk dimuat di media cetak. Proses ini dapat dipelajari melalui artikel tips sukses meresensi buku di koran.

    Dengan demikian, resensi berfungsi sebagai jembatan antara buku dan calon pembacanya.

    Jenis-Jenis Resensi Buku

    Dalam praktik kepenulisan, resensi tidak disajikan dalam satu bentuk tunggal. Secara umum, jenis resensi dapat dibedakan berdasarkan pendekatan dan fokus pembahasannya.

    Resensi Ringkasan

    Jenis resensi ini berfokus pada penyajian ide pokok buku dengan cara meringkas isi dari awal hingga akhir. Kesimpulan disampaikan dengan bahasa peresensi sendiri, tanpa menyalin secara mentah isi buku.

    Resensi ringkasan cocok bagi peresensi pemula dan lazim digunakan untuk buku-buku dengan pembahasan yang luas dan panjang.

    Model resensi ini banyak dijumpai pada resensi novel populer Indonesia, misalnya dalam ringkasan Novel Hafalan Shalat Delisa atau review Novel Hujan  karya Tere Liye yang menyajikan gambaran isi cerita secara padat dan lugas.

    Resensi Penjabaran

    Resensi penjabaran bertujuan menyederhanakan isi buku yang tergolong berat atau kompleks, seperti buku filsafat, buku teks perguruan tinggi, karya sastra serius, atau buku terjemahan.

    Dalam jenis ini, peresensi dituntut untuk menjelaskan kembali gagasan buku dengan bahasa yang lebih mudah dipahami tanpa menghilangkan esensinya.

    Pendekatan menjabarkan ini banyak digunakan dalam resensi buku pengembangan diri, salah satunya review buku Make Time karya Jake KnappBisa juga ditemukan dalam resensi buku filsafat populer, misalnya pada review buku Filosofi Teras karya Henry Manampiring.

    Resensi Analisis Kritis

    Resensi ini tidak hanya merangkum isi buku, tetapi juga memberikan analisis mendalam terhadap berbagai aspek, seperti metode penulisan, kebaruan gagasan, keakuratan data, hingga kekuatan dan kelemahan penyajiannya.

    Resensi analisis kritis umumnya ditulis oleh peresensi yang memiliki pengetahuan dan pengalaman memadai di bidang yang dibahas.

    Pendekatan analisis kritis ini bisa dijumpai dalam review buku Man’s Search for Meaning karya Viktor Frankl. Sedangkan ulasan novel dengan pendekatan kritis bisa dilihat pada resensi novel Perempuan yang Menangis kepada Bulan Hitam karya Dian Purnomo. 

    Resensi Komparatif

    Resensi komparatif membandingkan satu buku dengan buku lain, baik karya penulis yang sama maupun penulis berbeda dengan tema serupa.

    Tujuannya adalah menemukan benang merah, keunggulan, atau perbedaan mendasar antarbuku, sekaligus menilai posisi buku yang diresensi dalam khazanah literatur sejenis.

    Resensi Novel Seperti Dendam, Rindu Harus Dibayar Tuntas milik Eka Kurniawan mungkin salah satu resensi yang menggunakan pendekatan ini.

    Resensi Fokus Tematik

    Jenis resensi ini menitikberatkan pembahasan pada satu aspek buku yang dianggap paling menonjol, seperti gaya bahasa, latar penerbitan, gagasan utama, atau figur pengarang.

    Resensi semacam ini sering digunakan untuk meresensi bunga rampai, kumpulan cerpen, atau antologi puisi.

    Contoh resensi dengan pendekatan fokus tematik dapat ditemukan dalam ulasan novel Keajaiban Toko Kelontong Namiya karya Keigo Higashino yang menitikberatkan pembahasan pada tema kemanusiaan dan relasi antarmanusia.

    Unsur-Unsur Resensi Buku

    Agar layak disebut sebagai resensi, sebuah tulisan perlu memenuhi beberapa unsur. Unsur-unsur berikut merupakan komponen pokok yang membedakan resensi dari sekadar ringkasan.

    Judul Resensi

    Judul bersifat wajib dan harus menarik, relevan, serta mencerminkan isi resensi. Judul yang menyesatkan atau bersifat clickbait sebaiknya dihindari.

    Identitas Buku

    Identitas buku memuat informasi penting, seperti judul, pengarang, penerbit, tahun terbit, cetakan, jumlah halaman, ISBN, dan kategori buku.

    Pendahuluan

    Pendahuluan berfungsi sebagai pengantar sebelum masuk ke pembahasan utama. Bagian ini dapat berisi pengenalan pengarang, latar belakang buku, atau alasan buku tersebut menarik untuk dibahas.

    Contoh prolog resensi yang kuat dapat dilihat pada review buku Bicara Itu Ada Seninya karya Oh Su Hyang.

    Isi Resensi

    Bagian inti resensi mencakup sinopsis singkat, ulasan isi, kelebihan dan kekurangan buku, serta tinjauan terhadap bahasa dan penyajiannya.

    Struktur resensi yang lengkap juga dapat dipelajari melalui Review Eat That Frog - Brian Tracy. Bila tertarik dengan resensi nonfiksi populer, ulasan Sebuah Seni untuk Bersikap Bodo Amat sajian Mark Manson bisa menjadi pilihan.

    Penutup

    Penutup berisi kesimpulan dan rekomendasi. Peresensi dapat menyampaikan apakah buku tersebut layak dibaca dan ditujukan untuk segmen pembaca tertentu.


    Contoh Resensi Buku Nonfiksi dan Fiksi

    Contoh Resensi Nonfiksi

    Salah satu contoh resensi nonfiksi dapat dibaca pada review buku Atomic Habits karya James Clear. Bila ingin resensi buku nonfiksi berkaitan dengan pendidikan, maka bisa memilih ulasan buku Teach Like Finland Timothy D. Walker. Ada juga contoh resensi nonfiksi bertema keluarga, seperti buku Keluarga Bervisi Surga, Creative Islamic Parenting, atau ringkasan dari buku 24 Jam Amalan Agar Istri Makin Sayang.

    Contoh Resensi Fiksi

    Contoh resensi novel populer Indonesia dapat dibaca pada review Novel Resign karya Almira Bastari yang menyajikan kehidupan wanita karir. Jika mencari genre misteri, bisa membaca Catatan Pembunuhan Sang Novelis Karya Keigo Higashino, atau membaca ulasan novel tentang Ayah milik Andrea Hirata. Alternatif lainnya, untuk novel remaja dengan balutan romance, bisa melirik review novel French Pink besutan Prisca Primasari.


    Penutup

    Demikian pembahasan mengenai pengertian resensi, tujuan, jenis, unsur, dan contohnya. Dengan memahami konsep dasar ini, diharapkan pembaca tidak hanya mampu menikmati resensi, tetapi juga terdorong untuk menulis resensi yang berkualitas dan bertanggung jawab.

    Jika Anda tertarik mendalami praktik meresensi buku, Anda dapat menjelajahi berbagai contoh resensi di Ruang Resensi sebagai referensi dan latihan.

    Pertanyaan Umum Seputar Resensi

    Apa perbedaan resensi dan ringkasan?

    Ringkasan bertujuan menyajikan kembali inti isi buku secara padat tanpa disertai penilaian pribadi penulis. Fokusnya adalah merangkum gagasan utama agar pembaca memahami garis besar isi buku.

    Resensi, di sisi lain, tidak hanya memaparkan isi buku, tetapi juga menyertakan analisis, penilaian kritis, serta uraian mengenai kelebihan dan kekurangan buku secara objektif. Dengan demikian, resensi menuntut kemampuan evaluatif dan sudut pandang penulis, bukan sekadar kemampuan merangkum.

    Apakah resensi harus bersifat kritis?

    Ya, resensi ideal bersifat kritis.
    Sikap kritis dalam resensi bukan berarti mencari-cari kesalahan, melainkan menilai buku secara argumentatif dan seimbang. Seorang peresensi perlu mengemukakan apresiasi atas kelebihan buku sekaligus menyampaikan kritik yang rasional terhadap keterbatasannya, berdasarkan pemahaman yang utuh terhadap isi buku.

    Pendekatan kritis inilah yang membedakan resensi dari sekadar ulasan promosi atau ringkasan biasa.

    Apakah resensi harus ditulis oleh ahli?

    Tidak harus.
    Resensi dapat ditulis oleh siapa saja yang memiliki kemampuan membaca kritis dan memahami isi buku dengan baik. Namun, resensi yang ditulis oleh seseorang yang memiliki pengetahuan, pengalaman, atau latar belakang yang relevan dengan topik buku umumnya akan lebih mendalam, argumentatif, dan bernilai bagi pembaca.

    Oleh karena itu, meskipun resensi tidak mensyaratkan penulis sebagai ahli, kualitas resensi sangat ditentukan oleh ketelitian membaca, kejernihan berpikir, dan kejujuran penilaian peresensinya.


    Referensi

    • Badudu, J.S. (2007).
    • Mursidi, N. (2016). Tips Sukses Meresensi Buku di Koran. Jakarta: PT Elex Media Komputindo.
    • Marwoto. (2009). Mari Meresensi Buku. Semarang: Alprin.
    • Putri, I.Y. (2018). Resensi, Kritik Sastra, dan Esai Sastra. Surakarta: PT Aksara Sinergi Media.
    • Andrianto, A. (2011). Menaklukkan Media. Jakarta: PT Elex Media Komputindo.
    • Haryanto. (2008). Membuat Resensi. Semarang: Alprin.


    Anda bisa memberi dukungan pada blog ini di saweria atau trakteer. Terima kasih.


    Author

    Moera Ruqiya

    Panggil aku, Moera.